Petani Profesional, Hasil Maksimal
Konsumen tak hanya lihat hasil panen, tapi juga cara kerja. Menjadi petani profesional tidak butuh gelar atau jas. Yang dibutuhkan adalah sikap kerja yang bertanggung jawab. Konsumen sekarang bukan cuma cari produk murah, tapi juga yang rapi, bersih, dan dikemas baik. Mereka ingin kepastian dan kualitas. Kalau kita ingin hasil pertanian dihargai lebih tinggi, maka […]
Peluang Besar Tak Menunggu Lama
Kalau kita tidak siap, peluang akan pergi. Sekarang banyak pembeli besar yang mencari produk pertanian langsung dari kelompok tani. Restoran, katering, hotel, bahkan koperasi sekolah. Tapi mereka butuh mitra yang serius, yang bisa mengirim produk dalam jumlah dan waktu yang disepakati. Sayangnya, masih banyak petani yang kerja “suka-suka”: hari ini rajin, besok absen. Padahal pembeli […]
Bukan Lagi Hobi, Tapi Profesi
Ayo ubah cara pikir kita bertani. Banyak petani masih menganggap kegiatan bertani sebagai sampingan. Padahal, kalau ditekuni secara serius dan profesional, hasilnya bisa lebih dari cukup. Apalagi kalau kita sudah tergabung dalam KWT—kelompok yang bisa jadi kekuatan bersama untuk pasokan besar. Tapi ini hanya akan terjadi kalau semua anggota serius. Bertani jangan hanya saat mood […]
Manfaat Urban Farming

Urban farming punya banyak manfaat. Dari sisi ekonomi, bisa menghemat uang belanja karena sayur segar bisa dipetik sendiri. Dari sisi kesehatan, tanaman bebas pestisida dan lebih segar. Dari sisi lingkungan, rumah jadi lebih hijau, udara lebih sejuk, dan kita turut mengurangi jejak karbon. Kegiatan ini juga baik untuk kesehatan mental karena memberi rasa tenang dan […]
Buat Pupuk Kompos Sendiri

Pupuk kompos bisa dibuat sendiri di rumah dari sampah organik. Gunakan kulit buah, daun kering, sisa sayur, dan ampas teh. Campurkan dalam ember tertutup, aduk seminggu sekali, dan biarkan membusuk selama beberapa minggu. Kompos yang dihasilkan akan kaya nutrisi dan membuat tanah lebih subur. Selain hemat, ini juga mengurangi volume sampah dapur yang dibuang ke […]
Tips Menyiram Tanaman

Menyiram tanaman adalah kegiatan penting dalam urban farming. Sebagian besar tanaman butuh disiram setiap hari, terutama pagi hari sebelum matahari terlalu terik. Namun, jangan menyiram terlalu banyak hingga air menggenang, karena bisa membuat akar busuk. Gunakan semprotan atau botol bekas berlubang agar air merata. Saat musim hujan, perhatikan agar tanaman tidak kelebihan air. Kamu juga […]
Gunakan Barang Bekas sebagai Pot

Urban farming tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar rumah sebagai pot tanaman. Botol air mineral, kaleng susu, ember pecah, atau styrofoam bekas buah bisa disulap jadi media tanam. Cukup bersihkan, buat lubang di bagian bawah untuk drainase, lalu isi dengan tanah dan kompos. Kreativitas dalam menggunakan barang bekas tidak hanya menghemat […]
Tanaman Mudah untuk Pemula

Bagi yang baru mulai urban farming, pilih tanaman yang mudah tumbuh dan tidak membutuhkan banyak perawatan. Contohnya adalah bayam, kangkung, sawi, tomat, dan cabai. Tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat, bahkan dalam waktu 3 minggu sudah bisa dipanen. Kamu bisa menanamnya di pot, ember bekas, atau polybag. Tidak perlu alat khusus atau pupuk mahal. Yang […]
Apa Itu Urban Farming?

Urban farming adalah kegiatan menanam sayur, buah, atau tanaman obat di lingkungan perkotaan. Tidak perlu sawah luas—cukup halaman kecil, pot, atau bahkan botol bekas. Kegiatan ini bisa dilakukan siapa saja, baik ibu rumah tangga, pelajar, maupun lansia. Urban farming membantu keluarga mendapatkan pangan sehat, menghemat belanja, dan membuat rumah lebih hijau. Selain itu, kegiatan berkebun […]
KWT Gemas Diskusi Bareng Tim LSPR Jakarta untuk Pengembangan Konten Digital

Tangerang – Tim dari LSPR Jakarta mengadakan diskusi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemas Implan, Minggu (6/8). Pertemuan ini membahas pembuatan konten digital dan pengembangan website sebagai langkah memperkuat branding serta jangkauan KWT di ranah publik. Melalui kerja sama ini, KWT Gemas berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga program-program mereka dapat […]
